Faktor penyebab terjadinya obesitas

Faktor penyebab terjadinya obesitas

Obesitas merupakan suatu keadaan atau kondisi kelebihan berat badan yang terjadi karena ketidakseimbangan energi positif, antara asupan energi dan keluarnya energi, sehingga terjadilah kelebihan energi yang dapat menumpuk pada tubuh dalam bentuk lemak. Sehingga berat badan cenderung akan naik karena banyaknya produksi lemak jahat pada tubuh, dan hal ini merupakan dampak negatif yang dapat terjadi pada kesehatan tubuh penderita, karena memang obesitas menjadi salah satu faktor pengundang berbagai macam penyakit yang berbahaya, maka dari itu program penurunan berat badan menjadi suatu hal yang penting agar terhindar dari resiko munculnya beberapa gejala penyakit akibat dari obesitas. Lalu apa faktor penyebab terjadinya obesitas ini ?

Faktor penyebab terjadinya obesitas disebabkan oleh karena faktor genetik dan faktor lingkungan seperti aktifitas dan gaya hidup, sosial ekonomi dan asupan nutrisi berlebih.

Faktor genetik atau yang lebih sering dikenal dengan faktor keturunan yaitu apabila kedua orang tua mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, maka 80% anaknya akan ada kemungkinan menjadi obesitas pula. Apabila salah satu dari orang tua mengalami obesitas, maka faktor genetik obesitas yang dapat terjadi sekitar 40%. Dan apabila kedua orang tua tidak menderita obesitas maka kemungkinan obesitas pada keturunanya hanya 14%.

Faktor lingkungan atau aktifitas fisik menjadi salah satu faktor utama penyebab obesitas dari segi lingkungan, karena dengan aktivitas fisik yang rendah atau kurangnya gerak dapat menjadi pengaruh pada kenaikan berat badan, dimana tentunya apapun yang kita makan dapat tertimbun dalam perut dan menjadikan lemak berlebih karena kurangnya gerak dan tanpa aktivitas apapun, dan hal itu akan dapat meningkatkan resiko pada kenaikan berat badan sebesar ≥ 5 kg, dan resiko ini sangat kecil dibandingkan dengan mereka yang sering olahraga, seperti joging, aerobik dan tenis, serta jenis olahraga dan aktivitas fisik yang lainnya. Dan bagi mereka yang mempunyai aktivitas diam seperti terlalu sering nonton TV ≥ 5 jam perhari mempunyai risiko obesitas sebesar 5,3 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang hanya nonton TV ≤ 2 jam setiap harinya.

Faktor nutrisional menjadi peranan dari faktor nutrisi yang dimulai sejak dalam kandungan, yang dimana jumlah lemak pada tubuh dan perkembangan bayi dipengaruhi dari berat badan ibu. Sehingga kenaikan berat badan dan lemak dapat dipengaruhi dari waktu pertama kali mendapat makanan padat, asupan makanan yang tinggi kalori dari karbohidrat dan lemak, serta kebiasaan mengkonsumsi makanan yang mengandung energi yang terlalu tinggi. Sehingga seseorang yang terlalu dini mendapatkan asupan yang tinggi lemak mempunyai risiko peningkatan berat badan lebih besar dibandingkan dengan seseorang yang mempunyai asupan rendah lemak. Asupan tinggi lemak seperti pada pengkonsumsian daging akan dapat meningkatkan risiko obesitas sebesar 1,46 kali. Kondisi ini disebabkan karena makanan berlemak mempunyai energi yang lebih besar dan tidak mengenyangkan serta mempunyai efek termogenesis yang lebih kecil dibandingkan makanan yang banyak mengandung protein dan karbohidrat. Dan cenderung makanan berlemak justru mempunyai rasa yang lezat sehingga akan dapat meningkatkan selera atau nafsu makan yang akhirnya terjadilah pengkonsumsian makanan yang berlebihan. Namun apabila cadangan lemak tubuh rendah dan asupan karbohidrat berlebihan, maka kelebihan energi dari karbohidrat sekitar 60-80% disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Lemak mempunyai kapasitas penyimpanan yang tidak terbatas. Kelebihan asupan lemak tidak diiringi peningkatan oksidasi lemak sehingga sekitar 95% lemak akan disimpan dalam jaringan lemak. Maka dari itu kebutuhan lemak pun harus ada, namun lemak yang baik bukan lemak jahat, lemak baik yang dimaksud seperti omega 3 yang mempunyai manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh seperti pada ikan salmon.

Faktor sosial ekonomi yang dimana terjadinya perubahan pengetahuan, sikap seseorang, perilaku, gaya hidup dan pola makan, serta peningkatan pendapatan yang dengan kata lain faktor sosial ekonomi dapat mempengaruhi terhadap pemilihan jenis makanan dan jumlah makanan yang dikonsumsi akan menjadi lebih. Selain itu juga ketersediaan dan harga dari makanan instan, siap saji atau junk food yang mudah terjangkau akan dapat meningkatkan resiko pada meningkatnya obesitas. Serta adanya perubahan gaya hidup yang menjurus pada penurunan aktifitas fisik karena adanya faktor sosial ekonomi yang cukup, seperti: kemana pun akan selalu menggunakan kendaraan sehingga aktivitas fisik yang justru sangat baik dalam membantu merendahkan faktor obesitas menjadi menurun.

Sekian artikel faktor penyebab terjadinya obesitas semoga dapat bermanfaat.